27 April 2012

Edisi Palembang


Ternyata setelah awal bulan lalu sempat singgah di bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang dan tidak menginjak bumi Sriwijaya, akhirnya kali ini - belum genap satu bulan- dapat juga menginjakkan kaki di tanah tersebut.

04 April 2012

6 Jam di pesawat dari jogja ke jakarta

Dikarenakan cuaca buruk di jakarta, penerbanganku kemarin tanggal 3 April dari Jogja ke jakarta ditempuh dalam waktu 6 jam. Ternyata JT567 yang kutumpangi kemarin, bukan satu-satunya pesawat yang divert di palembang. sempat senam jantung juga waktu mencoba mendarat 2 x dan tidak jadi yg akhirnya ke palembang.
penerbangan jogja-jakarta normalnya 50 menit jadi ditempuh 6 jam.
Namun demikian... alhamdulillah semuanya lancar dan selamat
ini berita selengkapnya yang dimuat pada Sriwijaya Post:

Cuaca Buruk, 9 Pesawat Tujuan Jakarta Divert di Palembang


Sriwijaya Post - Selasa, 3 April 2012 19:57 WIB
Share |

DIVERT.JPG
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sebagian penumpang pesawat yang mengalami divert memadati boarding lounge Bandara International SMB II Palembang, Selasa (3/4/2012) sekitar pukul 18.00.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Buruknya cuaca di atas Bandara International Soekarno-Hatta Cengkareng dan diduga adanya kerusakan radar setempat, setidaknya ada sembilan pesawat dari berbagai daerah di tanah air tujuan Jakarta terpaksa divert di Bandara International SMB II Palembang, Selasa (3/4/2012) sekitar pukul 18.00.

Sedangkan satu penerbangan Lion Air JT347 tujuan Palembang-Jakarta melakukan RtB (Return to Base) kembali mendarat di Bandara International SMB II Palembang.

Pesawat yang divert tersebut antara lain maskapai Garuda nomor penerbangan GA 535 dari Banjarmasin dan GA 519 dari Balikpapan.

Lalu pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ539 dari Ujungpandang.

Untuk pesawat Lion Air ada nomor penerbangan JT379 dari Batam, JT399 dari Medan, JT567 dari Ambon, dan JT 355 dari Padang.

Banyaknya pesawat yang divert ini cukup merepotkan petugas ATC (air traffict control) maupun AMC untuk mengatur parkir pesawat.

Parkir pesawat di Bandara International SMB II Palembang pun selain di apron, petugas pun mengaturnya hingga di taxi-way.

Petugas ground handling dari Gapura Angkasa maupun PT PTN pun sibuk mengatur para penumpang di boarding lounge.

Manager Operasi PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang Palembang, Iskandar Hamid SSiT, membantah jika pengalihan pesawat ini karena adanya kerusakan radar di Bandara Soe-Ta Cengkareng.

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Sudarwan

28 Februari 2012

Penyegaran kembali

Kalau kalian sibuk selalu, maka sempatkanlah untuk beberapa waktu istirahat karena tubuh juga butuh waktu untuk istirahat. Rutinitas pekerjaan di kantor atau tempat anda bekerja yang menyita waktu banyak untuk menyelesaikannya juga perlu selingan untuk mengembalikan kesegaran tubuh anda dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan-tentunya tidak lepas dari tuntunan agama- pada hal-hal yang diperbolehkan.

Kali ini lokasi untuk melepas penat sejenak adala alam di Citarik Sukabumi. Lumayan lah bisa fresh kembali setelah bermain-main tersebut. Alhamdulillah  


31 Desember 2011

Muhasabah yang telah berlalu, bertekad lebih baik untuk tahun yang akan datang

Pergantian tahun sering dipakai ajang bagi masyarakat untuk melakukan pesta yang sebenarnya lebih kepada pemborosan dan kurang bermanfaat. Betapa tidak, sementara masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam lilitan kemiskinan, mereka bahkan - kalau boleh dikata - belum tersentuh sama sekali oleh kita, bahkan pemerintah. Namun banyak dari kita malah dengan ringannya mengeluarkan rupiah untuk perayaan tahun baru membeli kembang api yang akan dinyalakan di pergantian tahun baru. Sementara untuk bersedekah saja berpikir tujuh kali untuk mengeluarakannya dan yang keluar adalah lembaran-lembaran yang nilainya kecil atau bahkan hanya recehan saja yang bisa meluncur. Bukankah lebih baik, dana kembang api tersebut diperuntukkan buat mengentaskan kemiskinan, membina mereka-mereka yang belum tersentuh tersebut.
 
Tahun baru lebih baik diisi untuk muhasabah diri yang jauh lebih bermanfaat daripada sekedar hura-hura dan akhirnya menyisakan banyak sampah-sampah menumpuk. Waktunya kita untuk muhasabah diri. Berapa banyak amal yang telah kita kumpulkan. Berapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan. Bermanfaat kita bagi orang lain, buat keluarga (anak dan istri). Sementara waktu yang telah dijatahkan untuk kita berkurang 1 tahun. Kulit sudah semakin keriput. Rambut sudah semakin banyak beruban. 
 
Mumpung masih diberi waktu, marilah kita bertekad untuk memperbaiki diri dan memanfaatkannya untuk kebaikan dan tilak melakukan hal-hal yang sia-sia. Awal tahun hendaknya kita mantapkan niat untuk semakin baik dan semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Esa untuk memperoleh ridho-Nya.

27 Desember 2011

Empati.....belum semua orang mengerti

Berbagai kasus "bentrokan" antara masyarakat dan aparat keamanan sangat "mengesankan". Betapa tidak, kejadian-kejadian seperti itu akhir-akhir ini kerap kali kita dengar. Belum lagi kasus MESUJI selesai, telah kita dengar kembali kejadian serupa di BIMA. Hal ini menunjukkan seberapa tinggi tingkat kedewasaan masyarakat INDONESIA ini dan juga seberapa tinggi kualitas aparat keamanan KITA.
Apakah mereka semua tidak terdidik....tidak juga, banyak dari mereka yang telah mengenyam pendidikan (bahkan sampai ke tingkat yang tertinggi). Apa yang salah pada, pada masyarakat kita, pada aparat keamanan KITA.  Mereka bisa baca dan bisa tulis, hanya saja belum menggunakan nalar dan pikiran serta nurani sebagai manusia. Mereka masih mementingkan kepentingan sendiri-sendiri, dan tidak pandai berempati. Jikalau keadaan seperti ini terus berlanjut, bagaimana INDONESIA bisa MAJU....
Untuk itu marilah KITA memperbaiki diri, menggunakan nalar dan pikiran KITA untuk KEBAIKAN dengan tidak mengabaikan hak-hak orang lain. Andaikan pribadi-pribadi orang-orang INDONESIA baik, maka kebaikan itu akan terhimpun dalam kebaikan yang lebih besar lagi hingga terciptanya bangsa yang baik pula.

27 November 2011

Usia Jembatan Kukar 10 Tahun ?

Mendengar jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan Tenggarong ke Samarinda runtuh atau ambruk tanggal 26 November 2011 sore kemarin, sangat memprihatinkan. Banyak pertanyaan timbul akan kejadian ini. Bagaimana proses pembangunannya? Pengawasan terhadap speknya? Perawatannya? Siapa pemborongnya? Siapa Ahli tehnik sipilnya? Bagaimana moralitas dari yang mengerjakan pembangunan jembatan tersebut? sampai-sampai tingkat korupsi (kalau tidak mau disebut budaya korupsi) di negeri ini pun ada kaitannya dengan kejadian ambruknya jembatan ini.
Semua perlu pembuktian lebih detail, tapi sebenarnya ambruknya jembatan itu sendiri sudah menjadi bukti bahwa pembangunan prasarana fisik kita banyak masalah. Tidak hanya jembatan saja yang ambruk, gedung sekolahpun kerap kali kita dengar roboh atau atap plafonnya runtuh.Semua ini sangat memprihatinkan. Segelintir orang mengambil keuntungan dari pekerjaan fisik tersebut mengakibatkan banyak orang-orang tak berdosa mendapat celaka karena ulah mereka.Pada ambruknya jembatan Kukar ini saja telah menelan korban meninggal 5 orang, 40 luka-luka, dan 32 orang masih dinyatakan hilang dan belum ada kabar beritanya.
Hal ini seharusnya menjadikan kita selaku anak bangsa, mengoreksi diri dan memperbaikinya.Mental bangsa ini harus terus dibenahi sehingga perilaku-perilaku tidak jujur, perilaku tidak adil, perilaku yang menyimpang dari kebenaran dapat ditiadakan.

26 November 2011

Roda Berputar Lagi

Sepertinya memang sudah menjadi sunnatullah bahwa roda itu bundar dan perputarannya memang sudah demikian. Suatu ketika titik terendah akan menjadi titik tertinggi dan begitu juga sebaliknya titik tertinggi akan juga suatu ketika menjadi titik terendah. Kalau roda tersebut diputar dalam keadaan datar, maka titik yang paling kanan suatu ketika akan menjadi titik yang paling kiri, demikian sebaliknya.
Tidak beda juga dengan apa yang terjadi dalam dunia kerjaku, bagian per bagian dalam dunia kerjaku juga bisa diibaratkan roda tersebut yang diletakkan datar. Bagian per bagian bisa silih berganti dijalani. Suatu ketika di bagian A dan dilain waktu di bagian B dan di suatu ketika lagi kembali ke bagian A. itu sudah biasa karena perputaran roda mutasi begitu cepatnya. kali ini aku kebagian lagi untuk bagian yang pernah dua periode kujalani dengan tempat yang berbeda.
Ya.... semua bagian sama saja asal dijalani dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab... semoga jadi amal sholeh yang memperbanyak timbangan amalku di akhirat....amin

04 Februari 2011

Bermain sejenak di Cileunca, Pangalengan.....

Ada kalanya dibutuhkan juga melepas lelah dengan bernmain ala anak kecil, karena pada dasarnya manusia memang masih mempunyai sifat kekanak-kanakan. Sejenak untuk melupakan kesibukan, kepenatan, dan itung-itung juga menghilangkan kesepian dikala hari sabtu minggu tidak berkumpul dengan keluarga tercinta. Asyik juga bermain di Cileunca Panglengan hari sabtu tanggal 29 Januari 2011.

Merasakan jadi anak kecil kembali serasa umur ini belum menyentuh kepala 3. Merasakan derasnya arus Palayangan River yang menyeret perahu apung kami....hup sangat menyenangkan. Walau ada cerita temen yang sempat tercebur dan terseret arus hingga beberapa meter, namun masih tetap menyenangkan. Serasa semakin dekat dengan Sang Maha pencipta. Apalagi ketika main tembak-tembakan, dan diri ini terkena tembakan, sempat terbayang jika itu merupakan suatu pertempuran yang betulan. Apalah artinya diri ini jika sudah sampai waktunya. Sudah tidak lagi dapat bermanfaat bagi keluarga, sanak saudara dan orang lain. Mudah-mudahan semua ini dapat semakin meningkatkan keimanan diri ini dan dapat menjadikan hidup ini bermanfaat sesuai tuntunan Qur'an. Amin

01 September 2010

Takana jo kampuang......

Setelah sekian lama tidak pulang ke tanah kelahiran, akhirnya tersampaikan juga keinginan hati untuk melihat dan merasakan kembali segarnya udara di tempat di mana aku dilahirkan. Waktu yang lebih dari 30 tahun sudah cukup membuatku sangat merindukannya. Tempat yang asri, tempat yang indah, dan sekaligus bersejarah bagiku..... BUKITTINGGI.....











29 Juli 2010

Liburan sekolah di Jawa

Kali ini anak-anak kubawa liburan ke tempat Simbah mereka. Bukan apa-apa, hanya sekedar ingin mendekatkan secara batin antara anak-anak dan simbah mereka. Waktu yang hanya sebulan serasa belumlah cukup untuk liburan, namun jika terlalu lama juga tidak baik, karena untuk libur kali ini aku hanya bisa menemani mereka bermain hanya seminggu sekali di hari sabtu dan minggu. Posisiku yang berada di Jakarta, mengharuskan aku tiap jum'at sore harus mudik ke purworejo dan jogja. Hal ini kurasa lebih masuk akal dibandingkan kalau aku harus tiap minggu balik ke samarinda. Untuk pulang ke purworejo/jogja jauh lebih hemat dan frekuensi bertemu dengan anak-anakku bisa lebih banyak.

Dari tanggal 13 juni hingga 10 juli anak-anakku berada di tempat simbah mereka. Seminggu di purworejo dan seminggu kemudian di jogja. Ini juga untuk berbagi antara simbah di Purworejo dan simbah di Jogja. Setiap kali aku pulang menjenguk mereka dan sekaligus tentunya mengunjungi Bapakku dan Ibu mertuaku, anak-anakku selalu mengajak bermain atau jalan-jalan. Pergi ke kolam renang, pergi ke pantai, main sepeda, beri makan kelinci, main ke sawah, dan masih banyak lagi yang lain. Ternyata anak-anakku sangat senang di tempat simbahnya. Maklumlah.... orang bilang perhatian dan kasih sayang orang tua beda dengan kasih sayang/perhatian kakek atau nenek mereka. Selain itu yang membuat mereka senang di tempat Kakeknya karena di sana juga banyak teman bermain sebaya, dari kakak dan adik sepupu hingga tetangga-tetangga di desa yang juga banyak mempunyai anak-anak kecil sebaya anak-anakku. Saking senangnya di tempat Simbah, sampe-sampe anak keduaku-Hishnun-waktu mau pulang merengek padaku, "ayah besok ke tempat simbah lagi ya, yang ada mbak Dian nya? wah...bagaimana ini, tidak setiap saat bisa pulang pergi seenaknya, biaya juga harus diperhitungkan tentunya. Antara kebutuhan dan keinginan tentunya harus diselasarkan. Ya mudah-mudahan dapat rizki lagi dan bisa untuk silahturahim lagi ya..... nak.

24 Juni 2010

Dapat kunjungan dari maitua....

Seminggu yang lalu, lengkap seminggu juga aku dikunjungi oleh belahan jiwaku. kebetulan dikala itu ia dapat panggilan pelatihan di Jakarta untuk memperdalam keahliannya di lab. Senang juga rasanya, yang selama ini seperti berada di hotel prodeo, jadi lebih menyenangkan berada di dalamnya. Seperti anak muda lagi jadinya, berpacaran lagi (pacaran setelah menikah lho-jangan salah). Mau kemana-mana minta dianter-anter dsb. Sejenak melupakan rutinitas harian yang kadang membuatku gundah. Dengan hadirnya dia-ibu dari anak-anakku-setidaknya memberi semangat baru bagiku untuk selalu menumbuhkan rasa cinta ini(karena Alloh). Seindah-indahnya berada di sangkar emas, dengan segala fasilitas lengkap di dalamnya jika jauh dari keluarga tidaklah dapat menggantikan kedekatan seorang suami dengan anak-anak dan istrinya.

25 Mei 2010

Bengkulu......


Bengkulu, kota yang merupakan Ibu Kota Provinsi ini terletak di kawasan pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia dan berada pada koordinat 300 45’ – 300 59’ LS dan 1020 14’ - 1020 22’ BT dengan luas wilayah 151,7 km2.Penduduk yang mendiami kota ini berasal dari berbagai suku bangsa, antara lain ; Suku Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, Bugis, Minang, Batak dan lain-lain. Kota ini memiliki beberapa obyek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan yang terdiri atas, Wisata Alam, Wisata Sejarah dan Wisata Budaya.(www.bengkulukota.go.id)

Hanya saja waktu berada di kota ini terlalu singkat sehingga tidak banyak tempat-tempat yang bisa kukunjungi. Tapi tidak apalah, sekedar sudah sampai ke pulau Swarnadwipa sudah membuat hatiku senang. Apalagi ini merupakan kali pertama aku bisa menginjakkan kaki kembali di pulau ini setelah lebih dari 30 tahun meninggalkannya.


28 April 2010

Senang Bertemu Walau Hanya Dalam Mimpi.....

Setelah sekian lama aku tidak jumpa dengan ibuku, semalam aku sangat bersyukur pada Alloh-alhamdulillah ya Alloh- walau hanya bertemu dalam mimpi, Engkau beri kesempatan pada hambaMu ini untuk melihat dan memeluk Ibundaku tercinta bagaikan di alam nyata. Saat itu Ibuku baru pulang dari persawahan, ketika aku datang bersama Bapakku dari rumah adikku. Ibuku terlihat bahagia, Ia tersenyum padak
u dan juga pada Bapak. Betapa rindunya aku pada Ibu, sehingga setiba di hadapannya, Ibu langsung aku peluk seerat-eratnya. Dalam dekapan Ibu aku merasakan kenyamanan dan ketenangan yang luar biasa. Mungkin ini juga dikarenakan aku tidak bisa setiap saat bisa bertemu dan berjumpa dengan Ibu, yang semua kasih sayangnya selalu kuharapkan. Aku sangat merasa senang dengan melihat Ibuku tersenyum.

Ya Alloh berilah kesempatan kepadaku untuk kembali bisa bertemu dengan Ibuku dalam mimpi, karena hanya dengan mimpi saja, seakan aku melihat Ibuku hidup kembali, walaupun secara nyata Ibu masih tetap hidup dalam hatiku. Di hari ini, tepat empat bulan yang lalu-pada tanggal yang sama- Engkau telah memanggil Ibuku ya Alloh. Padahal 2 minggu sebelumnya, hambaMu ini berencana untuk selalu mengunjungi Ibu dan Bapak di rumah secara berkala 2 mingguan. Tapi segalanya Engkaulah yang menentukan. Rencana Engkaulah yang merupakan rencana terbaik.

Saat itu aku merasa senang bisa kembali ke tanah jawa, itu artinya bahwa aku bisa lebih sering punya kesempatan untuk berkunjung ke tempat kedua orang tuaku. Kesempatan ini merupakan kesempatan yang langka bagiku, setelah sekitar 10 tahun aku berada di luar jawa, yang artinya aku tidak bisa sering-sering pulang ke rumah orang tuaku. Tidak setiap tahun aku bisa pulkam, kecuali jika kebetulan aku mendapat tugas untuk ke Jakarta atau daerah lain di jawa, dapat aku sempatkan untuk singgah ke rumah Orang Tua walaupun hanya sesaat.

Dengan aku dimutasikan ke Jakarta, sebenarnya kedua orang tuaku merasa sangat senang, tetapi kenyataannya kebahagiaan tersebut hanya bisa sampai ke angan-angan saja. Ibuku belum sempat merasakan kunjunganku dua mingguan sesuai rencana. Bapakku merasa sedih ditinggal Ibuku yang dua minggu kemudian kembali KehadiratNya. Manusia punya rencana, tapi Allohlah yang menentukan. Dan yang pasti, Alloh tentu punya rencana lain yang paling baik akan hal ini.


12 April 2010

Capeknya pindahan rumah.....

Untuk kesekian kalinya aku harus pindah rumah kontrakan lagi. Entah sudah berapa rumah yang sudah kudiami, namun semuanya bukanlah milikku.Orang bilang kami ini adalah kontraktor, bukan seorang yang dapet job untuk bangun rumah atau sebangsanya,tetapi seorang yang selalu ngontrak dan ngontrak lagi. Mungkin sudah lebih dari sepuluh rumah yang aku tinggali sejak sendiri sampai sekarang dengan anak dan istri.

Pindahan kali ini benar-benar capeknya bukan kepalang.Sehabis menempuh perjalanan dari sore hari dan tiba di tengah malam, besoknya sudah harus angkat-angkat barang untuk dipindahkan. Untung sebagian besar barang-barang sudah diberesin/dipak, tinggal sisa-sisanya saja yang harus ikut kubantu mengepaknya. Sudah perjalanan melelahkan, kurang tidur dan harus angkat-angkat barang tuk pindahan serta beres-beres, rapi-rapi di kontrakan yang baru dalam seharian, kemudian besok siangnya sudah harus kembali lagi ke tempat kerja dengan menempuh perjalanan seharian juga, terbanyang tidak capeknya?

Belum lagi kontrakan yang baru perlu dibenah-benah, kunci pintu ada yang tidak beres, lampu juga tidak lengkap, kamar mandi harus juga dibetulin, bersihkan tandon air, buat meja dapur, dan juga sekat ruangan juga diperlukan untuk kenyamanan. Itu semua butuh bahan-bahan untuk betulinnya. Cari bahan dan cari tukang untuk betulin semua itu. Dalam waktu dua hari saja (kurang kali=jum'at dini hari sampai minggu siang)semuanya harus selesai. Keliling kota cari semen, pasir, bata, keramik, kayu dll harus diselesaikan semuanya.

Ini semua demi kasih dan sayangku pada mereka( anak dan istriku), agar mereka tidak terlalu menanggung beban yang berat tanpaku disampingnya. Ini bukanlah suatu keluhan, melainkan ungkapan cintaku pada mereka dan wujud perhatianku padanya, selain memang tugasku sebagai suami dan rasa tanggung jawabku pada mereka yang telah diamanahkan-Nya padaku. Lelah, capek, dan apa namanya tak kuhiraukan semua, asalkan mereka merasa senang karenanya. Jarak Jakarta-Samarinda pun bukanlah penghalang untuk hal ini, semuanya berlandaskan akan niat yang baik untuk melakukannya. mudah-mudahan semuanya menjadi berkah dan ditulis sebagai amal sholeh kami( termasuk teman-teman yang turut serta membantu dalam kepindahan kontrakan kami sekeluarga)

19 Maret 2010

Ibukota?

Sudah dua bulan aku berada di ibukota, ternyata benar kata orang, semuanya serba cepat dan bisa dibilang terburu-buru. Apa-apa inginnya cepat selesai. Mungkin memang itu ya.... iramanya kalau hidup di ibukota. Sampai-sampai untuk olahragapun harus cepat-cepat, keburu urusan yang lain menanti. Ya...akhirnya olahraga yang cocok adalah jalan cepat ataupun lari cepat....hehehe.....

Disampin itu ternyata di ibukota, harus pandai-pandai berhitung, diantaranya berhitung waktu, berhitung cuti, berhitung jarak, berhitung biayanya, dan lain-lain serba dihitung. Kayak orang pelit jadinya. Ah...kok jadinya kayak orang menggerutu ya.....Tapi apa mau dikata, memang itu adanya, tinggal dijalani saja dengan ikhlas dan sabar. Semuanya memang sudah diatur waktunya sampai sedetil sekalipun oleh Yang Maha Kuasa.